Senin, 28 Juli 2014

Dengan Ijazah UT Lulus Ujian Dinas PNS

Dengan Ijazah UT Lulus Ujian Dinas PNS

http://www.ut.ac.id/
Bulan April lalu merupakan salah satu bulan yang paling menentukan dalam hidup saya. Di bulan ini, sebagai PNS saya menerima SK kenaikan pangkat II/c, pertanggal 1 April 2014. Selanjutnya pada tanggal 15 April 2014 saya menerima ijazah kelulusan strata satu yang saya idam-idamkan semenjak kelulusan dari bangku SMA, delapan belas tahun yang lalu.

Ijazah tersebut saya terima dari Universitas Terbuka (UT) pada jurusan Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Penyerahan ijazah ini digelar dalam acara wisuda bersama ribuan mahasiswa lainnya dalam di kampus pusat Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, 15 April 2014. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Rektor UT, Prof. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D.

Bukan sesuatu yang membanggakan, dan bukan pada saatnya jika di sini saya menceritakan "kegagalan-kegagalan dalam hidup" yang belakangan kemudian memperkenalkan saya dengan Universitas Terbuka, dan mencintainya serta menikahinya. Pilihan saya untuk mendaftar kuliah secara mandiri di Universitas Terbuka pada Unit Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Yogyakarta inilah yang mengantarkan saya meraih gelar sarjana tanpa mengganggu produktivitas saya dalam bekerja.

Singkat kata, mengetahui kelulusan saya ini, atasan saya (yang tidak ingin disebutkan namanya) di kantor Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta tempat saya berdinas, yang selama ini memotivasi saya untuk segera lulus, segera mencari informasi dari Bagian Kepegawaian Mahkamah Agung (MA) perihal ujian penyesuaian dinas yang akan diadakan di waktu dekat. Sebelumnya saya sudah maklum dan pasrah bahwa ujian dinas di wilayah Yogyakarta tidak akan dilakukan dalam waktu dekat karena ujian yang sama telah dilakukan setahun sebelumnya.

Dari informasi yang diperoleh, diketahui ternyata ujian dinas yang akan diselenggarakan MA untuk satker peradilan di bawahnya kebetulan akan dilaksanakan di wilayah Jawa Tengah beberapa hari ke depan. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan pimpinan dengan menginventarisasi pegawai peradilan agama di wilayah Yogyakarta untuk diikutsertakan pada ujian dinas di wilayah provinsi tetangga ini.

Alhasil, terkumpullah lima orang pegawai tersisa dari satker peradilan agama sewilayah Yogyakarta yang belum mengikuti ujian penyesuaian, yang siap melaksanakan ujian dinas di Semarang, ibukota Provinsi Jawa Tengah. Singkat cerita, dengan modal tampang pas-pasan, kami berangkat bersama-sama untuk mengadu nasib dengan rekan-rekan PNS pengadilan di bawah Mahkamah Agung dalam lingkup wilayah Jawa Tengah untuk mengikuti ujian yang diselenggarakan di Merapi Hall Grasia Convention Semarang, pada hari Selasa 29 April  2014.

Adapun berkas-berkas juga telah lengkapi sebelumnya. Seperti pas foto, legalisir ijazah, surat izin belajar, usulan dari instansi, dan makalah sebagai syarat mengikuti ujian.
Suasana ujian dinas (sumber: www.pta-semarang.go.id)
Antusiasme PNS yang mengikuti ujian dinas termasuk besar. Peserta yang hadir pada saat itu mencapai lebih dari 200 orang, hampir tidak memenuhi kapasitas ruangan. Sebagai pendatang, kami ternyata tidak sendirian, karena ada juga beberapa peserta yang berasal dari luar wilayah Jawa Tengah. Bahkan ada dua orang dari salah satu satker pengadilan di wilayah Nusa Tenggara Timur yang juga mendaftarkan diri.

STLUPI
Saya termasuk beruntung, karena hanya dalam hitungan hari setelah kelulusan dapat mengikuti ujian dinas. Banyak rekan-rekan yang harus menunggu satu, bahkan dua tahun untuk mengikuti ujian penyesuaian ijazah ini.

Beberapa minggu setelah ujian di Semarang. Saya menerima kiriman surat tanda lulus ujian penyesuaian ijazah (STLUPI) yang dikeluarkan oleh Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung. Surat itu saya sampaikan kepada Kepala Subbagian Kepegawaian di kantor sebagai syarat untuk pengajuan usulan kenaikan golongan menjadi golongan III. Saya tidak pernah ragu dalam hal penyesuaian ijazah ini karena ijazah yang dikeluarkan Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi negeri sudah lama diakui sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang melaksankan pendidikan jarak jauh.

Pengakuan BKN

Tautan situs www.bkn.go.id
Merupakan sesuatu hal yang membanggakan bagi saya selaku alumni UT mengetahui pemberitaan dalam situs resmi BKN yang beralamat di www.bkn.go.id, bahwa BKN semenjak tahun 2007 telah mengadakan kerjasama dengan UT dalam hal penyelenggaraan pendidikan Ilmu Kepegawaian serta pengembangan dan penyelenggaraan program sarjana strata satu (S1) Ilmu Administrasi Negara Bidang Minat/Konsentrasi Administrasi dan Manajemen Kepegawaian (lihat sumber berita).


Badan Kepegawaian Negara (BKN) sendiri merupakan lembaga pembina sekaligus pelaksana manajemen kepegawaian di Indonesia. Badan ini memiliki kewajiban dan tanggung jawab memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh stakeholders. Maka kepercayaan BKN terhadap UT untuk melaksanakan perkuliahan yang pesertanya terdiri dari PNS dari seluruh instansi pemerintah tidak sekedar menegaskan eksistensi Universitas Terbuka dalam dunia pendidikan nasional, tetapi juga merupakan pengakuan terhadap kualitas pembelajaran Universitas Terbuka yang selama ini dikenal dengan program pendidikan jarak jauhnya.

Wisudawan UT
Dengan program pendidikan jarak jauhnya, UT memberikan solusi terhadap keterbatasan kemampuan ruang dan waktu bagi guru, pegawai negeri sipil, pegawai swasta, atlit, tenaga kerja Indonesia, ataupun pekerja lainnya dalam mengembangkan potensi, karakter pribadi, dan kapasitas intelektualnya yang berguna dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas dalam bekerja. Kedua hal ini dapat diraih karena pegawai tidak hanya sekedar dapat melakukan pekerjaan yang bersifat mekanis, tetapi juga memiliki kapasitas melakukan pekerjaan yang bersifat analis dengan bekal ilmu yang dimilikinya sehingga mereka dapat berkontribusi lebih banyak kepada bangsa, negara, dan tanah airnya.

Melalui berbagai inovasi yang dilakukan dengan pemberdayaan tehnologi informasi dan komunikasi (TIK), UT dapat memberikan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat melalui program pendidikan jarak jauh untuk Indonesia berprestasi. Bukan main-main upaya UT dalam menggeluti sistem belajar terbuka dan jarak jauh yang menuntut selalu up to date dengan perkembangan teknologi. Pada tanggal 25 Maret 2014 lalu, UT menggandeng Microsoft untuk sharing teknologi dalam hal pendidikan sehingga dengan keterbatasan infrastruktur jaringan di Indonesia bukan suatu penghalang bagi UT untuk tetap meningkatkan daya jangkau mahasiswa melalui media online.


"Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas Terbuka ke-30. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.“

Tidak ada komentar:

Posting Komentar