Selasa, 08 Juli 2014

Kiat Menembus Skor 500 Tes TOEFL ITP (1)

Kiat Menembus Skor 500 Tes TOEFL ITP (1)


Ini pengalaman saya saat mengikuti test TOEFL ITP. Di mana dalam test ini saya dapat meraih skor 517. Sebenarnya hasil ini tidaklah tinggi sekali. Namun banyaknya buku-buku beredar di pasaran tentang bagaimana menembus skor 500 ini, mendorong saya ingin berbagi pengalaman sekedar menambahkan apa yang sudah ada.

Rata-rata skor ini sudah mencukupi sebagai persyaratan dalam mendaftar pada program pascasarjana di dalam negeri. Saya sendiri mengambil test ini sebagai persiapan dalam mengambil program pascasarjana di Universitas Terbuka yang mensyaratkan sertifikat kemampuan berbahasa Inggris.

Jika ada rekan-rekan yang berharap menemukan kiat menembus skor hingga 600 melalui tulisan ini maka dengan sangat menyesal saya sampaikan bahwa saya sendiri belum sampai ke level tersebut dan bersedia mencari referensi lain bersama Anda-anda sekalian..

Sampai di mana tadi..

Contoh penilaian TOEFL ITP
O, iya. Dapat saya sampaikan juga bahwa TOEFL telah memperkenalkan sistem sertifikasi baru. Di mana hasil test tidak hanya berupa selembar nilai skor seukuran kuitansi tetapi juga berbentuk sertifikat kemajuan (certificate of achievement). Dalam sertifikat ini skor yang kita raih  akan diberikan keterangan dalam masing-masing ujian Listening Comprehension, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension.

OK.. Dari tiga macam ujian tersebut, saya akan berusaha memberikan kiat-kiat agar rekan-rekan dapat menempuhnya dengan lebih baik dari apa yang saya capai.

Time to explain..

Secara keseluruhan, dalam menghadapi test TOEFL ini, kita dituntut harus siap secara mental. Belajar dan belajar sudah tentu tidak perlu dibahas lagi. Namun ada hal penting yang perlu saya sampaikan berkenaan adaptasi pengenalan situasi baru yang akan kita hadapi menjelang detik-detik pengerjaan soal-soal. Keterlambatan kita dalam beradaptasi dalam beberapa menit terkadang menuntut biaya lebih dengan tidak maksimalnya kita dalam mengerjakan soal-soal.

"Kegagalan" menyesuaikan diri misalnya, pada saat sesi pengisian biodata sebelum sesi pembagian naskah ujian, pemandu berlaku terburu-buru dalam memberikan panduan pengisian setiap kolom yang harus kita isi, padahal kemampuan kita melingkari bulatan setiap karakter dalam kolom tidak secepat yang ia bayangkan. Atau karena nama kita lebih panjang dari peserta lain sehingga menuntut waktu yang sedikit lebih banyak pula.

Ada kalanya pemandu pada tempat kita menempuh test menggunakan bahasa Inggris. Jika kita ragu-ragu menyusun kata dan berbicara dalam bahasa Inggris, gunakan saja bahasa Indonesia untuk menyampaikan keberatan kita. Karena, toh, berbahasa Inggris atau Indonesia dalam hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap hasil skor. Yang penting kondisi psikologis kita saat menempuh test tetap terjaga: tidak lantas karena permasalahan yang seharusnya dapat kita hindari lantas membuat kita bete, dan terganggu secara emosi.

Jika hal ini terjadi, sebaiknya Anda segera menyampaikan keberatan Anda. Dan jangan pernah meninggalkan kolom yang belum selesai kita lengkapi dengan harapan kita dapat mengerjakannya sambil lalu saat mengerjakan soal, karena kita tidak akan punya waktu yang cukup untuk itu. Terlebih konsentrasi Anda akan terbelah dalam mengerjakan soal-soal. Mengerjakan test TOEFL menuntut kita untuk mengerahkan panca indra semaksimal mungkin untuk mencapai skor yang maksimal pula.

Lupakan bahwa dengan biaya yang telah kita bayarkan, kita akan mendapat fasilitas macam-macam karena pada dasarnya kita membayar hanya untuk mendapatkan assessment terhadap kemampuan kita. Sementara tempat kita melakukan test sifatnya hanya fasilitator semata. Jadi pada saat Anda telah berada dalam ruangan janganlah menuntut disediakan headset jika memang tidak tersedia, apalagi berharap mendapatkan makan siang seusai test. 

Demikian tahap awal persiapan test TOEFL yang lebih bersifat psikologis. Ada baiknya jika pada saat mendaftar kita telah mengetahui pasti situasi dan kondisi yang akan kita hadapi pada saat ujian. Bila perlu, tanyakan sebelumnya, apakah fasilitator menyediakan headset, meja untuk menulis, bahasa apa dalam pengantar ujian, dan sebagainya.

Demikian tulisan ini mendahului tulisan Kiat Menembus Skor 500 Tes TOEFL ITP seri kedua yang sedang dalam tahap penyusunan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar